CHEVROLET CAMARO SS 2010
WHERE’S MIKAELA?
|
|
Siapa yang -bisa dibilang-, menjadi tokoh sentral pada film Transformers? Bukan ketua Autobot, Optimus Prime ataupun Megatron, gembong pembuat keonaran. Yup, buat yang sudah menonton film Transformers versi layar lebar, tentu jawabannya BumbleBee. Robot pelindung Sam Witwicky (Shia Lebouf, Red) ini, bisa berubah menjadi Chevrolet Camaro SS.
Tahun lalu, PT. General Motor AutoWorld Indonesia sempat menghadirkan Camaro SS ke Indonesia, tapi hanya unit display dalam format setir kiri. Saat itu saya berpikir, Kalau saja Camaro SS ada varian setir kanan, -memang rasa BumbleBee-nya pasti jadi sedikit berkurang-, tapi pasti bakalan lebih menarik. Dan 1 tahun kemudian, hahaha…teman dekat saya yang juga director Blinkz Blinkz Motors mengabari jika di showroom-nya sudah terpakir Camaro SS berwarna kuning. Asyiknya, sang BumbleBee sudah mengadopsi setir kanan!
Reborn Camaro SS 2010 menjadi salah satu muscle car yang paling ditunggu-tunggu. Tak hanya bisa menjadi trend setter, tapi Camaro SS bisa merepresentasikan sebuah muscle car masa depan. Kesan stereotype tradisionalnya masih terasa, walaupun garis desainnya tak lagi kaku. Hal itu bisa saja membuat kompetitornya minder. Sebut saja Ford GT500 termutakhir, tapi Camaro SS adalah sebuah ‘monster’ yang sangat special.
Saya sarankan, jangan berharap banyak dari interiornya. Sederhana! Kalau melihat desain eksteriornya, saya pikir bagian ini seharusnya bisa dibuat lebih ‘futuristik’ ketimbang yang ada sekarang. Mungkin Sam Witwicky tidak memusingkan hal ini, karena di sebelahnya ada Mikaela (Megan Fox, Red), seorang gadis super duper cantik dan seksi. Tapi, andaikan Sam berada di posisi saya, saya jamin dia bakalan merasakan hal yang sama seperti apa yang saya alami. Tapi sekali lagi, kesederhanaan interiornya terbantu dengan desain eksteriornya yang bisa membuat ’Mikaela-Mikaela’ lain memohon untuk bisa duduk di sebelah saya.
Impressively, Camaro SS punya performa menakjubkan. FYI, mesin V8 426 HP transmisi manualnya, bisa mendapatkan angka 5 detik untuk 0-100 km/jam. Tapi ’BumbleBee’ ini pakai transmisi otomatis. Akselerasi bisa dibilang sama responsifnya, tapi saya tidak yakin performa 0-100 km/jam akan sama. Kalau mau hanya sekadar narsis, transmisi otomatis adalah pilihan yang tepat. Tapi kalau mau show off, coba tanyakan Blinkz Blinkz Motors, kapan mereka akan menghadirkan versi transmisi manual?
Dari semua mobil yang pernah saya kemudikan, cuma Camaro SS yang bisa membuat saya ’kagum’ luar-dalam. Kesederhanaan interiornya bisa terobati dengan visual impact yang didapat dari eksteriornya. Tapi tetap saja ada yang kurang, where’s Mikaela?
Reporter :
Risson Ramadhani |
|