TOYOTA VIOS G 2007
DOKTER REAKSI CEPAT
|
|
Erwinsyah Harahap, berprofesi sebagai dokter, tidak betah punya Vios tanpa ubahan di sektor mesin. “Saya senang dengan kecepatan, modif dilakukan untuk mendapatkan akselerasi dan mesin yang responsif, ” bilang Erwin. Atas dasar ini pria yang tinggal di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, melakukan beberapa ‘treatment’ pada dapur pacunya. Targetnya, selain dapat menuntaskan hasrat adrenalin ngebutnya, juga bisa dengan cepat sampai tujuan ke tempat praktiknya. Maklub Sob, doi kan dokter kandungan!
Pemasangan piggyback Dastek tipe Q+, jadi jalan utama untuk memacu adrenalin Erwin agar jadi lebih deras bekerja. Alasannnya, cara ini lebih mudah dan cepat dilakukan. Karena hanya plug and play, lalu disetting untuk manipulasi ECU, mobil sudah mengalami kenaikan performa secara signifikan. Poin lainnya, dari segi harga relatif terjangkau. “Piggyback sudah berikut throttle module Dastek Rp 5 juta. Naik sekitar 18 HP,” bilang penyuka badminton ini.
Selain mengunakan jalur manipulasi ECU, pria yang gemar nonton ini, juga menempuh jalur pencangkokkan komponen racing. “Untuk dapat part racing buat Vios bukan hal mudah,” ungkap Erwin. Ia mesti searching di internet dan tanya teman-temannya. lalu cari ke bengkel-bengkel mesin untuk dapatkan part yang bisa tandaskan hasrat ngebutnya itu. Setelah wara-wiri cari informasi didapat muffler HKS Hyper Silent dan open air filter ARC. “Header dan muffler HKS yang cukup baik, hanya ini yang tersedia untuk new Vios. Open air filter ARC untuk Vios juga barang langka,” cuap Erwin.
Berapa kenaikan dari keseluruhan aplikasi manipulasi ECU ditambah komponen racing? Setelah dilakukan dynotest diperoleh angka kenaikan tenaga yang bisa diandalkan untuk ngebut. “Sekarang jadi 128 HP dan torsi 155 Nm, standar tenaganya cuma 109 HP,” bilang dokter yang berpraktik di Kemang, Jakarta Selatan. “Rencananya bakal diajak drag race. Tapi, mau belajar start dulu he..he..,” tutup pria dengan selera humor yang tinggi ini.
Reporter :
Rahmat |
|